topbella

Sabtu, 31 Maret 2012

saudaraku ti, nti, ci, pa :)



Langit tampak cerah seperti biasa, merayu setiap kepingin hati yang sedang mencinta. Ya… mencinta dengan bukunya, mencinta dengan anak-anaknya, mencinta dengan pekerjaan, mencinta dengan kesibukan mereka, dan juga seperti aku yang sedang mencinta dengan tumpukan barang. Tepatnya barang-barang yang sedang aku bereskan di kamar kos baru. Tepat di akhir tahun ke-2 di SMA aku memutuskan untuk kos  di sekitar sekolah. Tak butuh waktu lama bagiku untuk adaptasi. Tak butuh ospek ataupun pengenalan, karena semua toh sudah menjadi temanku di SMA. Berempat dari mereka yang menjadi teman kos kusebut sebagai sahabatku, oh… salah… bukan sahabat tapi saudara.

Acie, gadis seperti keturunan Arab campur India, yang paling dewasa, paling pandai bercerita dengan kata-kata lebaynya, dan dengan mudah dia akan menceritakan 28 episode drama korea dalam satu malam tanpa terlewat satu adegan pun. Danti, gadis seperti keturunan korea, yang paling kecil badannya, tapi umurnya paling tua, paling sensitif, dan suka marah-marah. Ulfa, gadis seperti keturunan jawa, yang paling rajin belajar, paling jarang mandi, dan yang paling suka dandan. Ranti, gadis seperti keturunan korea campur jawa, paling lebay, paling putih, dan paling susah kalau mneceritakan sesuatu. Dan aku Dini… dan inilah kisahku. Ini bukan kisah cinta, bukan pula persahabatan…tapi inilah kisah tentang AKU.

Saat aku menulis tulisan ini, sedikit banyak aku sudah melupakan sebagian moment yang pernah aku hadapi, aku mengingat-ngingat... bukan untuk ku kenang dan aku lamunkan, tapi untuk ku pelajari dan kubagi entah kepada siapa. 

Salah satu yang aku ingat adalah bahwa aku pernah menghabiskan 1,5 tahun kehidupanku di rumah pinky di gerbang sekolah bersama ke 4 saudaraku dan 10 orang adik kelas yang kebanyakan berasal dari daerah yang sama denganku. senyum ini kuberikan untuk mereka… sungguh saat kalimat ini ditulis, aku sangat merindukan mereka. Sekali lagi aku mengatakan ini bukan hanya sekedar sahabat, tapi saudaraku. Dimana kami terjaga di tengah malam, saling membangunkan untuk shalat tahajud, saling mengingatkan, saling mendengarkan, dan saling bertukar pikiran. Kami tidur berlima, setelah kejadian maling yang masuk ke kamar aku dan danti, dua kamar yang bersebelahan menjadi kamar bagi kami berlima, satu untuk tidur dan satu untuk makan, shalat, dan berdandan pagi2 ke sekolah. 

Kami rela membuang waktu belajar menghadapi ulangan esok hari untuk mendengarkan salah satu diantara kami menangis, dan menanyakan apa yang terjadi setelah ia tak sanggup lagi menangis. Utk saudaraku, dimanapun kalian berada saat ini, kupastikan aku selalu mengingat kalian, dan do’aku selalu kukirimkan.  dengan mereka aku bisa menganggap semua hutang adalah traktiran, musibah adalah hadiah, tangisan adalah senyuman, dan pertengkaran adalah keakraban. 
Bagiku orangtua saudara-saudaraku itu adalah orang tuaku juga, begitu juga dengan mereka, kami memiliki waktu bersama untuk melakukan kegiatan yang kami suka. 
ketika aku melihat wujud dari pertemanan di sini, aku bangga dengan aku dan sahabat-sahabatku, kami tidak akan menyiapkan kue dan kado saat ulang tahun salah satu dari kami, tapi kami menyiapkan do'a yang tulus, dan pelukan yang hangat. kami jarang pergi ke cafe untuk makan dan foto-foto tapi kami selalu makan malam bersama sambil bercerita entah apa topiknya, berfoto menjelang tidur atau di pojok kos an. 

Setiap hari aku akan sangat menantikan saat-saat itu, "jago lei ....subuah" ulfa yang paling mudah terbangun akan membangunkan kami. "capek mandinyo.... 3 minik..." danti dengan sigap memperingatkan kami untuk cepat mandi, dan ranti akan berteriak di dalam kamar mandi "Supa... (sudin panggang)"... dengan irama ga jelas, atau menyanyikan lagu "cintaku sebesar dunia...." dengan suara yang fals, si kasih dengan sigapnya di pagi hari. 
ulfa akan menangis saat kerudungnya susah untuk di pakai, mereka akan bergantian bersautan mengatakan "din minta bedak, handbody, pelembab, dll" hahaha....
aku akan sibuk untuk membuat susu sebanyak 5 gelas. aku rindu kesibukan itu.
selamanya aku akan merindukan itu, Uhibbukifillah saudaraku.
menunggu liburan semester ini menguji kesabaranku.... 

lagi jogging waktu nginep di rumah ulfa


hiking in bukittinggi


perpisahan 






0 komentar:

Poskan Komentar

komentar itu memabangun :)
terimakasih kunjungannya...

About Me

Foto Saya
hafda putri hibatul wahdini
muslim, hafda, minang, psikologi, indonesia :)
Lihat profil lengkapku