topbella

Selasa, 06 Maret 2012

hujan menentang matahari

hujan itu turun lagi, menantang sengat mentari
bukan menentang karena benci
tapi menentang untuk menyeimbangi
sengat mentari itu terlalu pelik, membakar hati yang hilir mudik
namun hujan meredam mentari untuk bersabar
bersabar memancarkan sinar yang semakin pudar


tentunya malam ini mentari sembunyi, memberi kesempatan kepada bintang dan bulan untuk bersinar
sekali lagi matahari cukup sabar
dia yang amat besar tak pernah angkuh
bersabar untuk kesekiankalinya melewati malam dengan memberikan kekuatannya kepada bulan


aku suka matahari,
dan aku suka kesabarannya
besar tapi merasa kecil bila malam tiba
itu bukan kecil yang sesunguhnya,
karena dia tidak pernah memberitahu siapapun bahwa dia yang memberikan separuh dirinya kepada bulan
bulanpun tak tau apa-apa,
karena matahari berharap bulan mengikutinya bukan karena balas jasa
tapi karena orbitnya yang mengarahkan


aku suka matahari, berharap besok dia akan kembali
dengan harapan baru lagi dan cahaya yang lebih hangat bukan menyengat :)




selamat malam :) (*kala hujan dijatinangor)

0 komentar:

Poskan Komentar

komentar itu memabangun :)
terimakasih kunjungannya...

About Me

Foto Saya
hafda putri hibatul wahdini
muslim, hafda, minang, psikologi, indonesia :)
Lihat profil lengkapku