topbella

Jumat, 16 Maret 2012

perkembangan ala Sigmund :)

Hari ini kuliah terasa sangat menyenangkan karena kehadiran mata kuliah psikologi perkembangan I.
dengan judul kuliah hari ini yaitu teori-teori dalam psikologi perkembangan.
ada banyak teori yang di bahas, mulai teori dari Sigmund Freud, Ericson, Watson, Skinner, Jean Piaget, Albert Bandura, Urie Bronfenbrenner, Jhon Bowlby, hingga Lev Vygotsky.

dari sekian banyak teori dari sekian banyak ahli, saya sedikit menceritakan teori Sigmund Freud dengan teori perkembangan Psikoseksual nya.
ada 5 tahap perkembangan psikoseksual menurut Sigmund Freud:
1. oral stage
     tahap ini dimulai pada umur 0-1,5 tahun, dalam tahap ini bayi akan merasakan bahwa mulut adalah pusat dari pemuasan nafsu-nafsunya.
rasa haus dan lapar dipuaskan dengan mengisap puting ibunya.
Kebutuhan-kebutuhan, persepsi-persepsi dan cara ekspresi bayi secara primer dipusatkan di mulut, bibir, lidah dan organ lain yang berhubungan dengan daerah mulut.
dalam tahap ini bayi akan mempunyai 2 dorongan, yaitu dorongan libido dan dorongan agresif. Dorongan libido yaitu dorongan seksual pada anak, yang merupakan dorongan primer dalam kehidupan yang merupakan sumber energi dari ego dalam mengadakan hubungan dengan lingkungan, sehingga memungkinkan pertumbuhan ego. Ketegangan oral akan membawa pada pencarian kepuasan oral yang ditandai dengan diamnya bayi pada akhir menyusui. Sedangkan dorongan agresif dapat terlihat dalam perilaku menggigit, mengunyah, meludah, dan menangis.

jadi jangan heran kalau bayi akan selalu memasukkan sesuatu ke dalam mulutnya, para ibu tidak perlu khawatir terhadap kondisi anaknya yang suka mengisap jempol, karena itu adalah hal yang alami dialami oleh bayi. ibu hanya perlu untuk memberikan perhatian khusus (kasih sayang) melalui memperhatikan makan, popok, dan pemberian susu nya. karena lewat ini bayi akan merasakan kehadiran seseorang dalam hidupnya. apabila dalam tahap ini bayi tidak menerima perhatian itu dan mengalami luka yang mendalam, maka tahap oral bayi akan mengalami kegagalan sehingga akan menimbulkan agresi, penyimpangan seksual, dan narcistic ketika dewasanya.




2. Anal Stage
    pada tahap ini yaitu sekitar umur 1,5-3 tahun, child's pleasure focuses on the anus. maksudnya anak akan lebih fokus terhadap sesuatu yang berhubungan dengan anus.
menurut dosen psikologi perkembangan I, pada tahap ini anak akan suka untuk menahan buang air besar, kenapa ? karena, anak akan mengalami proses pelatihan dalam menggunakan toilet.
sehingga orang tua harus pandai dalam memberi arahan dalam pemakaian toilet. orang tua harus memberi pujian kepada anaknya dalam proses pembuangan urin atau feses nya dengan menggunakan toilet, karena bagi anak, keberhasilan dalam melakukan hal ini merupakan suatu prestasi.
kebanyakan dari anak yang "kebelet", ketika di bawa ke toilet akan mengalami kesusahan dalam mengeluarkannya, dan apabila sudah keluar dari toilet, urin atau fesesnya akan keluar begitu saja. makanya jangan heran kalau banyak anak di usia ini yang sering ngompol atau pup di celana, karena memang dalam tahap ini mereka masih dalam proses penyesuaian dengan kamar mandi, walaupun mereka sudah mengerti kegunaan dari toilet tersebut.



3. Phallic Stage
    tahap ini terjadi pada usia 3-6 tahun, dalam tahap ini child's pleasure focuses on the genital.
tahap genital bukan berarti anak sudah mempunyai nafsu keintiman, tapi di sini anak akan dapat mengetahui bahwa dia berbeda dengan lawan jenisnya.
anak laki-laki akan menganggap ayahnya sebagai saingan untuk mendapatkan perhatian ibunya, sedangkan anak perempuan menganggap ibunya saingan dalam mendapatkan perhatian ayahnya.
itu sebabnya pada usia ini, anak laki-laki cenderung dekat dengan ibu dan anak perempuan cenderung dekat dengan ayah.


4. Latency Stage
   tahap ini terjadi pada usia 6 tahun-pubertas, pada tahap ini anak akan menekan ketertarikan terhadap seksual dan terjadinya perkembangan sosial serta intelectual skill.
maksudnya, dorongan seksual yang terjadi pada anak akan dialihkan terhadap interaksi sosial (memiliki teman) dan pengembangan keterampilan serta komunikasi dan kepercayaan diri.





5. Genital Stage
 tahap ini terjadi pada puberty onward, di tahap ini dorongan seksualnya sudah teraplikasi melalui keinginan untuk pacaran dan menikah.


well... ini hanya 1 teory dari sekian banyak teori, kalau dibahas semuanya malam ini saya tidak akan punya waktu untuk tidur. -_-

tapi ada beberpa teory lagi yang mungkin saya anggap berkesan, di antaranya:
teori dari Jhon Bowlby yang mengatakan bahwa adanya hubungan antara bayi dan caregiver, yaitu dinamakan dengan "attachment" atau kelekatan dini.

masalah kelekatan antara ibu dan anak dibahas juga oleh seorang ahli (*lupa namanya), dia mengatakan ada suatu proses yang namanya "Imprinting".
bagi yang udah nonton "Breaking Dawn" pasti tau bahwa Jacob terimprint oleh anaknya Bella yaitu Renesme.
maksud Imprinting disini adalah perilaku awal bagi bayi untuk mendekat pada ibunya untuk mendapatkan makan dan perlindungan.kalau di "breaking dawn" Jacob merasa terikat terhadap Renesme, sehingga ia tidak bisa terlepas dan merasa harus melindungi Renesme.
itulah sebabnya anak tidak akan pernah bisa dipisahkan dari ibunya. apabila pemisahan terjadi, anak akan mengalami masalah terhadap ketergantungan dan agresi.


0 komentar:

Poskan Komentar

komentar itu memabangun :)
terimakasih kunjungannya...

About Me

Foto Saya
hafda putri hibatul wahdini
muslim, hafda, minang, psikologi, indonesia :)
Lihat profil lengkapku