topbella

Minggu, 16 Juni 2013

Beda Tapi Sama


Hei kamu yang ada di sana…

Ini adalah kali pertama aku akan melihatmu langsung di hadapanku. Kamu pasti akan terlihat gagah dan percaya diri. Rasanya berbeda, antara hari ini dengan hari-hari sebelum aku mengenalmu.

Tidak ada seorang pun yang tahu, bahwa hari ini aku nekat berjalan sendiri di sebuah komplek yang belum pernah aku jelajahi. Aku nekatkarena hari ini pasti akan sangat berbeda dengan biasanya. Biasanya kita hanya bicara lewat tulisan, kini aku akan benar-benar melihatmu.

Namun, tiba-tiba aku ragu, apakah aku siap untuk bertemu denganmu? Apakah aku siap dengan segala sesuatu yang ada pada dirimu?Apakah aku siap untuk apa yang akan terjadi selanjutnya?
Kata “siap” terus terngiang-ngiang, berlari-lari di dalam kepalaku, dan kurasa, aku mulai benci dengan kata “siap”. Namun, aku bunuh kata itu sebisa ku dan mencoba berjalan lagi menuju rumahmu.

Belum pernah aku merasa seyakin ini dengan seseorang yang belum aku ketahui secara “langsung”. Perkenalan dan setiap malam yang kita lalui di dunia maya, semua itu ada di luar kendaliku. Aku benar-benar tidak ingin berkenalan dengan siapapun di dunia maya, karena kurasa semua itu hanya sebuah kebohongan, tapi kamu “berbeda”.

Tepat saat matahari akan tenggelam, aku sampai di depan rumahmu. Tidak begitu besar, tapi tidak juga kecil. Sederhana, indah, nyaman, dan terlihat anggun dengan kolam ikan yang menghiasi halamanmu. Kuperhatikan, sepi, tidak ada tanda-tanda ada orang di dalam rumah. Kucoba untuk menekan bel, tapi tidak ada jawaban. Kutunggu, dan aku mulai panik. Kucoba tekan lagi, lagi-lagi tidak ada orang yang merespon. Aku mundur, dan mencari tempat duduk. 

Kutunggu, satu jam… dua jam… kamu tidak kunjung datang. Harapanku mulai pudar. Sembari melihat sekeliling, aku memikirkan lagi alasan ke sini. Tidak ada alasan lain selain karena ingin bertemu denganmu.
Tiga jam… aku kecewa. Mengenalmu dalam ruang yang berbeda benar-benar membuatku “kecewa”. Kamu tidak seperti yang aku pikirkan. Kamu hanya seorang laki-laki yang lari dari janjimu, janji untuk bertemu denganku.

Aku pulang…
Kamar kos yang selalu menjadi teman baikku sekarang berganti menjadi tempat lampiasan amarahku. “Tidak pernah sesakit ini” kataku pada angin yang masuk ke dalam kamar. Aku menyerah, ya… aku menyerah dengan “harap”ku.

***

Hei kamu yang ada di sana?

Ini kali pertama aku melihatmu, setelah pertemuan untuk yang pertama kali pada 8 tahun yang lalu itu “gagal”. Hari ini harusnya terjadi 8 tahun yang lalu. Kamu akan membuka pintu rumahmu dengan gagah dan menyapaku dengan penuh rasa percaya diri. Namun, setelah 8 tahun berlalu, kamu akhirnya membuat pertemuan pertama kali dengan berada di depan pintu rumahku.  

Ah.. rasanya berbeda, kali ini berbeda, kamu bahkan tidak gagah dan percaya diri. Sosok yang ada di depanku duduk di kursi roda, tampak lelah dan kusam. Dia adalah kamu, yang dulu aku tunggu di depan pintu .

Memang sangat berbeda, tapi sekarang ataupun 8 tahun yang lalu, “rasa” itu tetap sama. Aku masih menunggumu di depan pintu. Dan kini, aku benar-benar siap untuk bertemu denganmu.

5 komentar:

Anonim mengatakan...

cerita yang sangat menarik,,,
rasanya saya ingin mewujudkannya dalam sebuah naskah drama yang akan menghibur dan menyapa banyak orang ketika cerita ini diceritakan.
inspirasi yang unik dan menarik..
diizinkan kah?

hafda putri hibatul wahdini mengatakan...

glad to hear that.. :D
silahkan, dengan senag hati..

Anonim mengatakan...

syukron ya ukhti...
silahkan di tunggu hasil karyanya...
semoga secepatnya...

sebelumnya saya ingin mendengar lebih banyak lagi tentang cerita ini...
melalui media lain mungkin ukhti bisa cerita...
mungkinkah?

hafda putri hibatul wahdini mengatakan...

haha.. terlalu banyak misteri ya?
memang saya suka yg misterius..

boleh..
tapi maaf, ini siapa ya? namanya cuma anonim

Anonim mengatakan...

ga juga...
hehe.
saya hanya ingin memahami pendalaman emosi dan karakter ukhti saja. biar ceritanya bisa mateng dan mendalam...

dengan senang hati..
nanti saya hub via social media.
saya hanya teman dari negeri tetanga.
nati akan tau sendiri...
hehe...

Poskan Komentar

komentar itu memabangun :)
terimakasih kunjungannya...

About Me

Foto Saya
hafda putri hibatul wahdini
muslim, hafda, minang, psikologi, indonesia :)
Lihat profil lengkapku