topbella

Jumat, 02 November 2012

24 Jam

angin bilang kalau hari ini kau telah berhasil lagi melewati hari-harimu. belum.. aku belum. masih ada yang harus kulakukan. ini masih terlalu pagi untuk berbaring. aku masih punya waktu bercengkrama dengan matahari, angin, pohon, dan burung-burung di sana. 
hari ini aku sudah menyelasaikan ujian tengah semester, melelahkan selama seminggu berkutat dengan buku, slide dan laporan. kopi pun tak lagi mempan. 

ini memang tidak baik, meludas habis seluruh isi buku dalam satu malam, otak kadang punya batas, yang bisa saja meledak kapan saja. aku paham teori itu, paham kalau kita akan mudah dalam belajar kalau di cicil, dipahami secara mendalam, dan dalam kapasitas dan waktu yang tidak terlalu berlebihan. tapi teori ini susah untuk di aplikasikan, karena manusia punya desire, hasrat, nafsu, keinginan. 

alasan demi alasan muncul, menjadi defens pertahanan diri. 
"tidak ada waktu luang untuk belajar rutin setiap harinya"
"terlalu sibuk dengan rutinitas selain akademik"
bla bla bla

kita manusia memang terlalu sombong dan kikir, 
ingin ini ingin itu
kita ingin nilai baik, tapi masih saja malas belajar.
ingin masuk surga,tapi malas beribadah. 
kita bilang waktu dalam sehari itu masih kurang, andaikan lebih dari 24 jam, mungkin semua kegiatan yang harus dilakukan bisa terlaksana.



tapi nyatanya, waktu dalam sehari semalam itu hanya 24 jam, pengorbanan lah yang penting dalam hal ini.
bisakah kita mengorbankan waktu tidur untuk belajar dan ibadah, atau kita rela berkorban menyerahkan waktu libur untuk kegiatan lain dikampus.

ataur prioritas kita, dari yang penting, agak penting, belum penting, atau tidak penting
insyaallah waktu 24 jam akan cukup untuk melakukan ibadah dunia akhirat. :)

0 komentar:

Poskan Komentar

komentar itu memabangun :)
terimakasih kunjungannya...

About Me

Foto Saya
hafda putri hibatul wahdini
muslim, hafda, minang, psikologi, indonesia :)
Lihat profil lengkapku