topbella

Minggu, 26 Februari 2012

bedah buku ala IPDN

kemaren saya berpikir keras tentang apa yang akan saya lakukan pada hari ini, beberapa hari yang lalu saya berencana untuk menghadiri rapat di ITB dengan teman-teman psikologi dari berbagai universitas di Jawa Barat, tapi tiba-tiba saya mendapatkan informasi bahwa ada event bedah buku Tere Liye yang berjudul "Bidadar-Bidadari Surga". dengan datangnya informasi itu kegalauan saya tiba-tiba muncul. di sisi lain agenda saya untuk hadir rapat sudah direncanakan lebih awal, di sisi yang lainnya Tere Liye adalah penulis favorite saya.

akhirnya saya memutuskan untuk izin rapat dan menghadiri bedah buku tersebut karena memikirkan janji yang telah saya ucapkan waktu masih SMA, "tahun ini saya harus bertemu Tere Liye". inilah kesempatan yang harus saya ambil, mumpung acaranya ngga terlalu jauh dari kosan. 

oke... sama dengan kebanyakan penggemar Tere Liye yang belum pernah bertemu langsung dengannya, imaginasi saya menggambarkan Tere adalah sosok yang puitis, rapih, romantis, kalem, dll. saya berangkat menuju IPDN (Institus Pemerintahan Dalam Negeri) dengan semangat yang berapi-api. kali pertama bagi saya untuk memasuki kampus para berseragam ini. di tengah jalan saya bertemu dengan seorang cewek, namanya....... tiba-tiba saya lupa namanya -_- (nanti tanya ke sarah dulu, teman saya yang ikut bedah buku juga). si cewek ini meminta untuk bareng ke lokasinya.kita akhirnya duduk bertiga di barisan paling depan. saya bercerita banyak dengan cewek itu, kita punya hoby yang sama dan menyukai penulis yang sama. jadilah obrolan yang menyenangkan, tapi sayangnya kelemahan saya memang susah menghafal nama. maafkan saya yah...

saya melirik kebelakang "wowww .... semua berseragam" hanya segelintir manusia di dalam sana yang memakai baju biasa. ketikag asyik ngobrol ada seorang pria yang lewat di depan saya dengan LO acara tersebut. seseorang yang memakai kupluk, kemeja, celana jeans, dan sendal jepit (mungkin merek swallow).  pemandangan yang menurut saya biasa saja. cukup lama saya menunggu dan akhirnya acara segera dimulai pada pukul 9.30 dengan jadwal awal pukul 8.30 molornya bahkan 1 jam. memang kedisiplinan dimana-mana masih dipertanyakan. 

MC dan ketua panitia naik ke atas panggung bersamaaa...... pria pemakai kupluk tadi !! saya syok, kaget atau apalah namanya, langsung bertanya kepada sarah "itu tere ???" "sangat sangat di luar bayangan".
sebegitu piawainya dia menulis novel-novelnya dengan kata-kata yang bernyawa, tetapi ternyata dia adalah sosok yang sangat sederhana. orang-orang pasti tidak akan menyangka dia adalah Tere Liye. selama ini dia memakai nama penanya dalam setiap novel yang ia buat. Tere Liye artinya adalah untukmu. nama aslinya adalah Darwis, dia berasal dari Sumatera Selatan.

kembali mengenai bedah bukunya, untuk memulainya MC memandu acara seperti upacara bendera, dengan style formal dia memakai suara perut. it's amazing for me, untuk pertama kali saya menghadiri bedah buku dengan suasana seperti itu, teratur seperti upacara. dan sebelum acaranya dimulai, mc meminta semua peserta berdiri dan menyanyikan lagu "Indonesia Raya". sekali lagi it's amazing for me, ga bernah kebayang kalau di acara seperti ini menyanyikan lagu kebangsaan. hihihi

bang Tere mulai mengulas tentang buku-bukunya, dia sudah menulis 14 Novel, dan dia mengatakan semua novel yang dia buat adalah fiksi, bahkan ke aceh pun dia belum pernah saat menulis buku Hafalan Shalat Delisa, woww.... "seseorang yang ga pernah menginjakkan kakinya di suatu tempat, mampu untuk membuat suatu cerita mengenai itu". dan dia bilang "100 kebaikan yang dilakukan tokoh di dalam novel itu tidak ada apa-apanya dengan satu kebaikan yang kita lakukan di dunia nyata"


foto di atas adalah sosok bang Tere dalam bedah bukunya, sangat simple kan ? padahal dia adalah seorang penulis berbakat, dan seorang akuntan, dia hanya menulis karena dia menyukainya bukan karena alasan komersil, toh dia sudah mempunyai pekerjaan tetap.

sesi tanya jawab pun tiba, banyak yang bertanya. saya urung bertanya karena yang ingin saya tanyakan tentang "hafalan shalat delisa", bukan "bidadari2 surga". ada hal yang membuat saya tertarik yaitu ketika para mahasiswa IPDN ingin bertanya, mereka mengucapkan "izin bertanya". saya merasa berada dilingkungan kemiliteran, walaupun memang berbeda. :D

nah... si MC nya bilang "siapa yang berani membuktikan bahwa dia penggemar Tere Liye maju ke depan", saya dengan gaya sok  maju, dan teman yang saya temui tadi juga maju. ada 3 pertanyaan yang bang Tere ajukan, yang pertama "siapa pemeran Abi di film hafalan shalat delisa?" yang kedua "apa arti Tere Liye". okee untuk dua pertanyaan itu saya memang tidak mengetahui jawabannya, orang lain yang benar menjawab mendapatkan 1 buah buku Tere, untuk pertanyaan ketiga "siapa pemeran Umi dalam film hafalan shalat delisa" saya sangat tau jawabannya, tapi saya telat untuk mengangkat tangan, yang menjawab adalah teman baru saya tadi. dia mendapatkan buku Rembulan tenggelam di Wajahmu. 

saat kita duduk kembali, teman baru saya itu bilang, "aku kan udah punya bukunya, nih buat kamu aja".. hihi rezeki itu emang ga kemana, secara saya belum baca judul yang itu, saya terima pemberiannya dengan senang hati. 

kita pulang bertiga dan berpisah dipemberentian angkot, "duluan ya.."kata temen baruku, "okee.... makasih ya bukunya" sekali lagi saya mengucapkan terima kasih kepadanya. alhasil saya pulang dengan membawa 2 buku tere liye, buku yang dikasih panitia dan buku yang dikasih teman baru yang saya lupakan namanya.

semoga lain kali bisa ketemu dengannya lagi, a nice person :)

oyaa.... tadi sempet ngantri juga buat ttd buku,,





have a nice weekend :)

0 komentar:

Poskan Komentar

komentar itu memabangun :)
terimakasih kunjungannya...

About Me

Foto Saya
hafda putri hibatul wahdini
muslim, hafda, minang, psikologi, indonesia :)
Lihat profil lengkapku