topbella

Sabtu, 10 November 2012

Marah aja Kak !!

jangan bilang pekerja sosial itu tidak punya titik lelahnya, saya sudah membuktikan sekarang.
walaupun belum bisa disebut pekerja sosial juga siih sebenarnya.
ngajar di sebuah sekolah membuat saya belajar banyak hal. saya lebih memahami anak-anak dan bisa mengaplikasikan secara langsung ilmu yang sudah saya dapat di bangku perkuliahan.
tapi, tidak semua pertemuan di kelas saya lalui dengan "baik-baik" saja. ada pertemuan yang membuat saya seketika lupa akan problematika di kampus atau keseharian. dan ada juga pertemuan yang so sweet.

hari ini entah mood saya yang lagi jelek, atau anak-anaknya yang memang super sulit diatasi. saya benar-benar mengalami yang namanya over kelelahan mengajar.

bangun-bangun ternyata udah kesiangan, ngga sarapan, langsung meluncur ke sekolah. nyampe di sekolah ternyata diminta ngajar di kelas yang ngga seharusnya saya ajar.
tanpa persiapan apa-apa saya masuk, dan menemukan wajah-wajah baru yang harus saya ambil hatinya. tidak seperti kelas-kelas sebelumnya, ternyata saya tidak bisa mendapatkan hati mereka.

entahlah...
apa mungkin pengaruh mood yang kurang baik, atau memang mereka tidak tertarik dengan saya. atau mungkin saja, pengaruh kelas lain yang sudah keluar istirahat membuat mereka terganggu. semua kemungkinan itu bisa jadi penyebabnya, sayangnya saya ngga tau kemungkinan mana yang pasti menjadi penyebab.

okesip..
2 jam saya lalui dengan banyak membaca istighfar, ya Allah.. rasanya pengen teriak, mukul,
upppss.. tapi saya mempunyai standar etika yang harus dipegang.


tiba-tiba ada seorang anak yang bilang..
"kak.. marah aja,, teriak aja kak"
"mau teriak kaya gimana lagi dek?? ini udah batas maksimal suara, kamu ya yang ajak teman-temanmu diam"

satu hal yang saya perhatikan, yang nyuruh saya marah adalah salah satu yang membuat keributan.. owwalaaa

"kak.. kita istirahat ya, kelas 5 udah istirahat"

okelah.. daripada saya mulai nangis di kelas, akhirnya saya mengabulkan keinginan mereka untuk istirahat.

 lega.... dan rasanya saya pengen bilang
"pliiiiss... jangan tempatkan lagi saya di kelas ini"

ayoolah din, kamu jangan pilih-pilih, *nasehatin diri sendiri*

keluar kelas, saya disambut oleh anak-anak kelas lainnya, mereka dengan ramah mendekati saya, menanyakan kenapa ngga masuk ke kelas mereka, kapan ngajar lagi, dan menyalami satu persatu. 
oww .....so sweet, andaikan kelas tadi seperti ini...

begitulah... 
tidak semua hal bisa kita dapatkan dengan sempurna, ada yang suka dan ada yang tidak.
itu adalah hal yang wajar, tapi kita harus tetap konsisten dengan niat.

saya ke sini untuk berbagi, apa pun kendalanya itulah yang seharusnya saya hadapi...betul tidak??

semangat ya para pengajar lainnya :)
mari saling mendukung...
fighting... 

Rabu, 07 November 2012

Singgahi Kenangan

hei kenangan..
apa kabar?
sudah lama ya kita tidak menghabiskan waktu bercerita,
saling berdebat
saling menyalahkan

hei kenangan...
apa kabar?
apa kamu masih mempunyai cukup ruang untuk kutumpahi?
masih banyak kenangan lain yang menunggu

lama tak bertegur sapa bukan berarti aku membencimu
aku hanya butuh waktu menerima
butuh waktu untuk berdamai dengan realitas

aku kembali hei kenangan..
tapi bukan untuk menjemputmu
aku hanya ingin singgah sebentar menonton kembali setiap file yang ada
aku hanya ingin menemukan alasan kenapa aku masih mempertahankanmu di otakku

kenanganku,
jangan juga kau belenggu aku dengan keributanmu
cukup simpan saja semuanya di masa lalu

aku sudah berada jauh di depanmu
aku tak mungkin lagi membawamu berada di sampingku berjalan beriringan
karena kamu hanya sebuah kenangan

jangan bersedih..
aku akan menemukan teman baru untukmu
teman baru yang akan kutemukan di masa depan
yang pada akhirnya akan berlabuh juga menjadi sebuah kenangan

Jumat, 02 November 2012

24 Jam

angin bilang kalau hari ini kau telah berhasil lagi melewati hari-harimu. belum.. aku belum. masih ada yang harus kulakukan. ini masih terlalu pagi untuk berbaring. aku masih punya waktu bercengkrama dengan matahari, angin, pohon, dan burung-burung di sana. 
hari ini aku sudah menyelasaikan ujian tengah semester, melelahkan selama seminggu berkutat dengan buku, slide dan laporan. kopi pun tak lagi mempan. 

ini memang tidak baik, meludas habis seluruh isi buku dalam satu malam, otak kadang punya batas, yang bisa saja meledak kapan saja. aku paham teori itu, paham kalau kita akan mudah dalam belajar kalau di cicil, dipahami secara mendalam, dan dalam kapasitas dan waktu yang tidak terlalu berlebihan. tapi teori ini susah untuk di aplikasikan, karena manusia punya desire, hasrat, nafsu, keinginan. 

alasan demi alasan muncul, menjadi defens pertahanan diri. 
"tidak ada waktu luang untuk belajar rutin setiap harinya"
"terlalu sibuk dengan rutinitas selain akademik"
bla bla bla

kita manusia memang terlalu sombong dan kikir, 
ingin ini ingin itu
kita ingin nilai baik, tapi masih saja malas belajar.
ingin masuk surga,tapi malas beribadah. 
kita bilang waktu dalam sehari itu masih kurang, andaikan lebih dari 24 jam, mungkin semua kegiatan yang harus dilakukan bisa terlaksana.



tapi nyatanya, waktu dalam sehari semalam itu hanya 24 jam, pengorbanan lah yang penting dalam hal ini.
bisakah kita mengorbankan waktu tidur untuk belajar dan ibadah, atau kita rela berkorban menyerahkan waktu libur untuk kegiatan lain dikampus.

ataur prioritas kita, dari yang penting, agak penting, belum penting, atau tidak penting
insyaallah waktu 24 jam akan cukup untuk melakukan ibadah dunia akhirat. :)

About Me

Foto Saya
hafda putri hibatul wahdini
muslim, hafda, minang, psikologi, indonesia :)
Lihat profil lengkapku